Penuh Warna! SDN 70 Tolotongga Sukses Gelar Pawai Budaya Penutupan MPLS Ramah 2026
BIMA – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah tahun ajaran 2026/2027 di SDN 70 Tolotongga, Kota Bima, resmi ditutup dengan cara yang sangat meriah. Pada hari Sabtu, 18 Juli 2026, pihak sekolah menggelar aksi Pawai Budaya Kebinekaan yang berhasil mengubah jalanan di sekitar lingkungan Tolotongga menjadi lautan busana adat Nusantara yang penuh warna.
Acara puncak ini diikuti dengan antusias oleh ratusan peserta didik, mulai dari siswa baru kelas 1 hingga kakak kelas mereka di kelas 6, serta didampingi langsung oleh kepala sekolah, dewan guru, dan perwakilan komite sekolah.
Miniatur Indonesia di Sepanjang Jalan Tolotongga
Sejak pukul 07.00 WITA, halaman sekolah SDN 70 Tolotongga sudah dipadati oleh para siswa yang tampil menawan, anggun, dan gagah. Berbeda dari hari biasanya, hari ini mereka tidak mengenakan seragam sekolah merah-putih, melainkan mengenakan Baju Adat Nasional.
Ragam pakaian adat mulai dari busana khas daerah Bima (Rimpu dan Katente Tembe), adat Sasak, Samawa, hingga pakaian tradisional dari luar daerah seperti Bugis, Jawa, dan Bali tampak berjejer rapi. Kehadiran para siswa dengan busana adat ini bak miniatur Indonesia yang berjalan beriringan penuh harmoni.
Rute pawai mengambil jalur jalan keliling pemukiman warga di lingkungan Tolotongga. Selama perjalanan, rombongan pawai SDN 70 Tolotongga disambut dengan sangat hangat dan antusias oleh masyarakat setempat yang memadati pinggir jalan untuk mengabadikan momen tahunan tersebut.
Tanamkan Jiwa Nasionalisme dan Sekolah Ramah Anak
Kegiatan pawai budaya ini bukan sekadar ajang pamer kreativitas busana, melainkan memiliki esensi mendalam dalam penguatan karakter siswa sejak dini. Pihak sekolah menegaskan bahwa parade ini menjadi salah satu media edukasi nyata untuk mengenalkan keragaman budaya sekaligus memupuk rasa toleransi dan persatuan di antara siswa.
"Pawai budaya ini menjadi simbol bahwa di bawah atap SDN 70 Tolotongga, semua anak dengan latar belakang apa pun dapat tumbuh bersama secara aman, ceria, dan saling menghargai. Ini adalah esensi dari MPLS Ramah yang kita gaungkan," ujar salah satu perwakilan guru di sela-sela mendampingi barisan siswa.
Apresiasi dari Orang Tua Wali Murid
Suksesnya acara ini juga tidak lepas dari dukungan penuh paguyuban orang tua wali murid kelas 1 hingga kelas 6. Kerja sama yang solid antara pihak sekolah dan orang tua dalam menyiapkan kebutuhan anak-anak menjadi kunci utama kelancaran pawai dari garis start hingga kembali ke garis finish di sekolah dengan aman dan tertib.
Dengan berakhirnya pawai budaya ini, masa orientasi resmi ditutup. Seluruh siswa-siswi SDN 70 Tolotongga kini siap memasuki masa Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) efektif dengan semangat baru, kelas baru, dan tekad baru untuk mengukir prestasi terbaik bagi sekolah.