Sentuhan Kalbu dan Aksi Nyata Peduli Bumi Mewarnai Hari Kelima MPLS Ramah SDN 70 Tolotongga

BIMA, 17 Juli 2026 – Memasuki hari kelima Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah, SDN 70 Tolotongga sukses menggelar serangkaian kegiatan yang memadukan pendidikan spiritual, penguatan karakter, dan kepedulian lingkungan. Rangkaian kegiatan yang berlangsung khidmat sekaligus ceria ini dirancang untuk membentuk pribadi siswa baru yang tidak hanya adaptif secara akademis, tetapi juga religius dan cinta tanah air.

Sapaan Hangat di Pagi Hari oleh Guru Piket

Sejak pukul 06.30 WITA, suasana hangat dan bersahabat sudah terasa di gerbang utama sekolah. Para guru piket dengan senyum tulus berdiri menyambut kedatangan para siswa baru satu per satu.

Pembiasaan jabat tangan, sapaan ramah, dan salam di awal hari ini merupakan bagian penting dari komitmen SDN 70 Tolotongga untuk menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak sejak langkah pertama mereka memasuki gerbang sekolah.

Meneladani Kesabaran Lewat Kisah Nabi Yusuf AS

Setelah penyambutan pagi, kegiatan rohani (Imtaq) dimulai dengan agenda nonton bersama (nobar) kisah keteladanan Nabi Yusuf AS. Seluruh siswa tampak larut dalam visualisasi kisah inspiratif tersebut.

Melalui nobar ini, para pendidik menanamkan nilai-nilai karakter esensial seperti:

  • Kesabaran yang kokoh dalam menghadapi ujian kehidupan.

  • Kejujuran dan keteguhan iman di setiap situasi.

  • Sikap pemaaf tanpa menyimpan rasa dendam terhadap sesama.

Pesan moral dari kisah ini diharapkan mampu melahirkan budaya rukun antarteman dan meminimalisir potensi perundungan di lingkungan sekolah.

Aksi Nyata "Indonesia Asri" dan Gotong Royong

Selesai menata hati, para siswa diajak untuk langsung menata lingkungan melalui aksi nyata "Indonesia Asri" yang dikemas dalam bentuk gotong royong massal.

Dengan dipandu oleh dewan guru, siswa-siswi kelas 1 hingga kelas 6 bahu-membahu membersihkan area kelas masing-masing, memungut sampah daun, menyiram tanaman di koridor sekolah, serta merawat kelestarian taman. Kegiatan gotong royong ini tidak hanya mengajarkan pentingnya kebersihan lingkungan bagi kesehatan tubuh, melainkan juga melatih kerja sama tim dan memupuk rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah sejak dini.

"Hari kelima ini menjadi momen penting bagi kami untuk menyeimbangkan kesehatan jiwa siswa melalui nilai-nilai keteladanan agama, sekaligus mengasah kepekaan sosial dan lingkungan melalui aksi gotong royong," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Rangkaian kegiatan hari kelima ini berjalan dengan lancar dan sukses. Agenda hari ini sekaligus menjadi persiapan mental dan fisik bagi seluruh warga SDN 70 Tolotongga sebelum menyongsong puncak acara MPLS berupa Pawai Ceria yang akan digelar pada hari Sabtu esok.